Tampilkan postingan dengan label Perekonomian Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perekonomian Indonesia. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Mei 2013

TULISAN PEREKONOMIAN INDONESIA


PEREKONOMIAN TERBUKA DAN PASAR MODAL

Perekonomian terbuka adalah suatu sistem ekonomi yang di dalamnya terdapat kegiatan ekspor dan impor yang tentunya dilakukan antara satu negara dengan negara lainnya. Perekonomian terbuka juga disebut sebagai perekonomian empat sektor yang memang mencakup empat kriteria, yaitu rumah tangga, perusahaan, pemerintah, dan luar negeri.Sedangkan pasar modal adalah pasar yang menghubungkan antara penjual dan pembeli untuk melakukan transanksi dalam bentuk uang.
Dalam perekonomian terbuka sangat diperlukannya peran sektor luar negeri.Oleh sebab itu terjadilah yang dinamakan perdagangan luar negeri atau perdagangan internasional.
Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Perdagangan internasional terjadi karena adanya faktor pendorong diantaranya: keinginan memperoleh devisa,kenaikan pendapatan,pemenuhan kebutuhan nasional,terjadinya era globalisasi,dll.
Apabila kita melakukan perdagangan internasional banyak sekali manfaat yang akan didapat oleh suatu negara,diantaranya : kenaikan produktivitas,meningkatkan devisa,menjalin kerja sama dengan negara lain,transfer teknologi modern,kenaikan investasi surplus,dll.
Dalam perdagangan internasional terdapat kebijakaan yang dapat mempengaruhi interaksi dengan suatu negara dengan negara lain.Kebijakan dalam perdagangan internasional meliputi : politik proteksi,kebijakan perdagangan bebas,politik dumping,diskriminasi harga.
Dengan adanya perdagangan internasional maka para pelaku usaha di suatu negara membutuh pasokan modal yang cukup besar agar dapat bersaing dengan para pelaku bisnis lainnya.Oleh sebab itu dibentuk sebuah pasar yang dapat mempertemukan antara seseorang yang membutuhkan pasokan dana dan seseorang yang dapat memasok dana tersebut pasar tersebut disebut pasar modal.
Dalam pasar modal terdapat para pelaku utama maupun penunjang: emiten,investorlembaga penunjang,penjamin emisi (underwriter),perantara perdagangan efek (broker/ pialang),perdagangan efek (dealer),penanggung (guarantor),wali amanat (trustee),perusahaan surat berharga (securities company),perusahaan pengelola dana (investment company),kantor administrasi efek.
Dalam pasar modal banyak sekali manfaat yang dapat dirasakan antara lain: mendorong laju pembangunan,mendorong investasi nasional,menciptakan perluasan lapangan kerja,dll.
Selain itu pasar modal juga berfungsi sebagai : sebagai sarana penambah modal bagi usaha,sebagai sarana pemerataan pendapatan,sebagai sarana peningkatan kapasitas produksi,sebagai sarana penciptaan tenaga kerja,sebagai sarana peningkatan pendapatan negara,sebagai indikator perekonomian negara.
            Pada dasarnya perekonomian terbuka dan pasar modal dapat saling menguntungkan bagi perekonomian suatu negara asalkan ada hubungan simbiosis mutualisme yang baik antar pelaku ekonomi.


Referensi :
KODING GANESHA OPERATION





Cara Mengatasi Wilayah Perbatasan Agar Tidak Lepas Dari Negara Indonesia


Mengapa Orang Papua Minta Merdeka?
14 November 2012 | 15:35 

Permasalahan Papua dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah terjadi sejak permulaan integrasi Papua ke dalam NKRI. Proses integrasi yang dipaksakan melalui penentuan pendapat rakyat (PEPERA) pada tahun 1969 sesungguhnya tidak adil karena hanya melibatkan 1.045 orang. Dari jumlah tersebut tidak semuanya orang Papua. Bahkan ironinya, hampir semua peserta PEPERA dikondisikan untuk memilih bergabung dengan NKRI.
Setelah diintegrasikan fase berikutnya adalah operasi militer dan intelejen untuk menghancurkan rakyat Papua yang berideologi lain. Kelompok-kelompok masyarakat yang mencoba menyuarakan keadilan di atas tanah Papua dihancurkan secara sistematis. Atas nama keutuhan NKRI, pembunuhan, penghilangan dan pemerkosaan terhadap rakyat Papua dilegalkan.
Fase selanjutnya adalah eksploitasi sumber daya alam dan transmigrasi. Sumber daya alam, terutama hasil hutan, hasil laut, tambang dan minyak bumi dikeruk. Pada waktu yang bersamaan, dengan alasan demi pemerataan penduduk, ribuan orang didatangkan ke tanah Papua melalui program transmigrasi.
Eksploitasi sumber daya alam di tanah Papua terus berlangsung, sementara manusia Papua terabaikan bahkan terlupakan. Akibatnya, setelah 43 tahun (1969-2012) manusia Papua tetap terbelakang. Bahkan penduduk dan orang Papua yang berdiam di tanah ini tercatat sebagai manusia termiskin di Indonesia. Ironi yang tidak dapat diterima dengan akal sehat, sebab Papua terkenal sebagai pulau terkaya di Indonesia bahkan di seantero jagad, tetapi penduduknya hidup miskin.
Untuk mengukur tingkat kesejahteraan rakyat Papua, kita tidak perlu menggunakan aneka teori sosial, sebab ke mana mata memandang, pasti dijumpai orang Papua yang hidup melarat. Perumahan kumuh, tanpa fasilitas yang memadai, pendidikan dan kesehatan yang terbelakang. Akibatnya mata rantai kebodohan terus berlanjut. Dan lebih tragis lagi kondisi kesehatan orang Papua yang sangat memprihatinkan. Kehidupan ekonomi orang Papua berada jauh di bawah kaum imigran yang menguasai semua sektor ekonomi.
Jurang kesenjangan sosial dan ekonomi yang sangat dalam tentu menimbulkan gesekan yang sering digiring ke ranah politik. Setiap kali orang Papua mengekspresikan kekecewaan atas berbagai bentuk ketidakadilan yang dialaminya, selalu diberi stigma makar.
Orang Papua pantas berteriak dan memperjuangkan nasibnya karena setelah sekian puluh tahun digabungkan dengan Indonesia, mereka tidak mengalami kemajuan apa pun. Pembangunan yang dilakukan di Papua dinikmati oleh kaum imigran yang tinggal di kota-kota di Papua. Sementara orang Papua yang semakin termarginal tidak menikmati apa pun.

Rasa tidak puas akan ketimpangan pembangunan dan lambannya upaya mengentaskan kemiskinan bagi orang Papua menimbulkan aneka gejolak. Namun, sayangnya, setiap gejolak yag muncul selalu ditafsirkan sebagai upaya untuk memisahkan diri dari NKRI. Entah mengapa, Indonesia selalu takut dan alergi terhadap tuntutan orang Papua untuk memisahkan diri? Kalau pembangunan berjalan lancar, kalau saja orang Papua diperhatikan, kalau saja derajat dan martabat hidup orang Papua dihormati, tentu tidak ada suara-suara merdeka/referendum. “Ngapaian orang Papua berteriak merdeka, kalau mereka sudah sejahtera?” Justru keterpurukan hidup yang mereka alami selama ini mendorong mereka untuk memperjuangkan nasibnya yang tidak kunjung berubah.
Sampai saat ini, pembangunan untuk Papua belum memadai. Aneka kebijikan dan peraturan yang dibuat untuk menyejahterakan orang Papua belum mampu membawa perubahan bagi hidup orang Papua. Mengapa? Hal yang tidak dapat disangkal bahwa tidak ada kepercayaan dan penghargaan terhadap martabat manusia Papua sebagai pemilik sah atas tanah Papua. Orang Papua selalu dicurigai. Tidak ada lagi kepercayaan terhadap orang Papua, sebab setiap orang Papua yang memiliki pikiran dan tindakan kritis selalu dicap sebaga separatis.
Bentuk kecurigaan pemerintah Republik Indonesia terhadap orang Papua termanifestasi dalam dan melalui kehadiran aparat militer yang tidak dapat dibendung. Di mana-mana di tanah Papua dibangun pos-pos militer untuk mengawasi gerak hidup orang Papua. Akibatnya, orang Papua tidak merasa nyaman di atas tanahnya sendiri.Kita patut merenung: “Orang Papua sudah hidup menderita, selalu diawasi, dan diberi aneka stigma negatif. Bagaimana rasanya hidup menderita di atas tanah yang kaya raya? Bagaimana menyaksikan orang lain hidup kaya raya sementara para pemilik tanah ini hidup melarat?”

Pendapat saya mengenai permasalahan tersebut adalah :
  • ·         Perlu adanya optimalisasi biaya yang ada untuk biaya masyarakat di Papua .
  • ·         Harus adanya kontribusi SDA yang dapat diolah dan dikembangkan secara optimal untuk mendukung perekonomian masyarakat di Papua.
  • ·         Perlu adanya forum antara pemerintah pusat dan daerah serta masyarakat di Papua untuk saling mendengarkan pendapat yang diresahkan oleh masyarakat Papua sebagai bahan masukan untuk mencari solusi terbaik dari permasalahan yang sedang di hadapi oleh masyarakat Papua.
  • ·         Masalah kesehatan yang terus menjadi masalah di daerah Papua dapat diatasi dengan sosialisasi yang terus dilakukan tanpa henti kepada masyarakat .
  • ·         Permasalahan pendidikan yang belum dapat diselesai seharusnya ada tindak lanjut baik dari pemerintah daerah atau pusat. Dapat dilakukan dengan mengoptimalisasikan biaya APBD untuk biaya anak sekolah secara gratis.

Jumat, 19 April 2013

PEMBANGUNAN DAERAH



Pemekaran Papua Jalan Pintas Mempercepat Pembangunan Daerah

OPINI | 11 March 2013 | 22:37

Prop. Papua Barat

Ditinjau dari provinsi Papua Barat yang ber ibukota Manokwari dengan luas daerahnya 115.363,50 km2 setelah memekarkan diri dari wilayah Papua. Menjadi provinsi Indonesia ke-31 pada tanggal 21 November 2001.
Dengan Otsus ( otonomi khusus ) sudah ada kelihatan perkembangan perekonomian daerahnya. Mungkin untuk kedepannya Papua Barat akan terus mengejar dan suatu saat nanti daerah ini optimis akan menjadi provinsi teratas tingkat perekonomian di Indonesia.
Sekarang Papua Barat sudah tersohor kemancanegara lainnya, karena terkenal dengan tempat pariwisata daerah, seperti contohnya : keindahan pulau - pulau di Kepulauan Kab. Raja Ampat yang memukai dan memikat turis untuk berliburan kesana.
Memang diakui Papua Barat mempunyai potensi kekayaan hayati flora dan fauna, karena itu Pemerintah Daerah setempat dengan melibatkan pemuka adat dan masyarakat untuk mengelola kekayaan alamnya. Demi untuk meningkatkan dan membangun perekonomian kesejahteraan masyarakat di Papua Barat khususnya. Hal ini membuat investor luarpun berminat untuk menanamkan modalnya disana. Seperti pembangunan perhotelan dan sarana tempat hiburan lainnya.
                Selain untuk meningkatkan potensi pariwisata di Kab. Raja Ampat, pemerintah daerah tersebut berusaha untuk mengembangkan potensi perkebunan yang akan dipusatkan di Pulau Pam, Kofiau dan Salawati dengan komoditias utamanya perkebunan kelapa dalam dan kelapa sawit.
Kab. Raja Ampat mempunyai kekayaan alam lainnya seperti : Pertambangan di Pulau Salawati terdapat batubara dan migas, Waigeo dan Gag terdapat nikel, Batanta dan Misool terdapat emas dan bahan baku semen.
Kekayaan lautnya pun tak kalah banyaknya , seperti pengembangan perekonomian masyarakatnya dengan potensi perikanan yang terdapat di kepulauan Ayau, Waigeo, Batanta, Salawati dan Kofiau.
Pemerintahan pusat pun membantu dan berusaha untuk mempromosikan daerah Papua Barat ke mancanegara , yang kaya dengan kekayaan alamnya. Patut berbanggalah masyarakat Papua Barat, mempunyai alam daerahnya yang masih asri hijau membentang luas .
Selain Papua Barat, daerah lainnya di Sumatera seperti Provinsi Bangka Belitung yang sebelumnya masuk ke daerah Provinsi Sumatera Selatan juga telah berkembang perekonomian masyarakatnya. Selain dari itu Provinsi Kepulauan Riau, Provinsi Banten dan yang terbaru Provinsi Kalimatan Utara.
Pemekaran wilayah bertujuan untuk sebagai salah satu langkah cepat atau solusi memajukan kawasan Indonesia yang luas daerahnya, supaya tidak ketinggalan dari daerah lainnya.
Oleh sebab itu, pemekaran di wilayah Papua dengan adanya Otsus (Otonomi Khusus) daerah, merupakan cara yang terbaik untuk mempercepat perkembangan perekonomian masyarakatnya, demi untuk pembangunan kawasan timur wilayah Indonesia.
Dengan adanya Otsus dan pemekaran wilayah , pembangunan kawasan Indonesia Timur khusus nya Papua, dapat dilakukan secara merata. Karena masing-masing Provinsi yang dimekarkan dapat mengajukan anggaran untuk pembangunan daerahnya.
Jadi khususnya di Papua, masyarakat nya harus terus membenahi diri dan mengajukan permohonan pemekaran wilayahnya dengan secepatnya.
Supaya untuk mengerakan roda pembangunan daerahnya, bisa terlaksanakan dengan segera dan terarah dari bantuan pemerintahan pusat untuk masing-masing daerah nya.
Apabila masyarakat Papua, menolak pemekaran wilayahnya. Berarti memperlambat laju nya roda pengerakan pembangunan perekonomian daerahnya sendiri. Dengan kesadaran masyarakat Papua lah bisa untuk memberantas kemiskinan dan kebodohan masyarakatnya.
Bagaimanapun juga, masyarakat Papua harus bersemangat dan gigih, bersatu untuk memajukan daerahnya, demi untuk anak cucunya masa akan datang. Dan pikirkanlah, pemekaran wilayah Papua dengan segera berarti mempercepat roda pembangunan untuk memajukan perekonomian daerahnya.

Pendapat saya mengenai pembangunan daerah di Indonesia sebaiknya pemerintah daerah dengan pemerintah pusat lebih baik lagi menjalin komunikasi untuk mencari solusi mengenai pembangunan daerah,terutama untuk pembangunan daerah tertinggal.Di Indonesia sendiri masih banyak sekali daerah tertinggal,kalaupun tidak tertinggal pasti daerah tersebut minim sekali fasilitas penunjang.Dalam artikel diatas menerangkan salah satu cara agar pembanguan daerah lebih cepat terjadi dengan cara memekarkan daerah tersebut dengan koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah.


Minggu, 07 April 2013

Permasalahan Ekonomi di Indonesia


Ini Kelemahan Ekonomi Indonesia sejak Orde Baru
Penulis : Didik Purwanto | Rabu, 28 November 2012 | 12:15 WIB



KOMPAS/RIZA FATHONIGubernur Bank Indonesia Darmin Nasution

JAKARTA, KOMPAS.com — Bank Indonesia (BI) menilai kelemahan ekonomi Indonesia memiliki sebab, bahkan sejak zaman orde baru. Hal itu adalah ketidakseimbangan antara sisi internal dan eksternal perekonomian Tanah Air.
"Kuncinya di internal cukup bagus, tapi dari eksternalnya kita masih lemah. Bahkan sejak orde baru, kelemahan itu sudah eksis. Kita belum mampu mengatasinya," kata Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution di acara Kompas100 Forum "CEO Bicara Kabinet Mendengar: Tumbuh Lebih Tinggi atau Stagnan" di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Menurut Darmin, kondisi perekonomian dari sisi internal ini diukur, baik dari sisi inflasi maupun kesempatan kerja. Di sini, baik nilai inflasi maupun kesempatan kerja masyarakat Indonesia dinilai masih bagus. Namun dari sisi eksternal, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih ditopang oleh neraca pembayaran yang masih belum stabil.
"Pertumbuhan ekonomi tinggi itu selalu dibarengi oleh neraca pembayaran yang surplus. Kita belum mampu atasi itu," tambahnya.
Darmin menyebutkan, Indonesia harus bisa mencontoh China. Di negeri tirai bambu tersebut, mereka bisa bertahan selama 30 tahun terakhir tanpa mengalami kelemahan struktural karena China tidak memiliki kelemahan seperti Indonesia tadi.
Menurut Darmin, ekonomi Indonesia masih mirip dengan India. Sebab, kedua negara ini juga sama-sama menerapkan pola ekonomi yang hampir sama. "Indonesia dan India itu sama, mereka juga repot, khususnya untuk keluar dari kelemahan ini," ungkapnya.
Solusinya, kata Darmin, pemerintah harus segera menyelesaikan sumber kelemahan itu. Selama ini, masyarakat kita selalu fokus ke sektor primer, pertambangan, dan industri. Namun, sektor ini sebenarnya masih memerlukan bahan baku yang selalu impor. "Ini yang jadi persoalan," ungkapnya.
Darmin menilai bahwa harus ada pelaku wirausaha lokal yang masuk di bisnis bahan baku, bahan penolong, atau bahan modal yang khususnya bisa dipakai di industri dalam negeri. Dengan demikian, hal ini akan mengurangi ketergantungan industri terhadap impor.
Solusi kedua, pemerintah dinilai masih terlambat dalam mengatur bahan bakar minyak (BBM). "Soal BBM, ini bukan soal pemakaian yang berlebih, melainkan sebagian besar subsidi BBM justru digunakan oleh kelas menengah yang jumlahnya besar. Mereka yang pakai itu," katanya.


Kesimpulan : 

Bahwa pada dasarnya perekonomian di Indonesia masih sangat kurang stabil, dikarenakan adanya ketidakseimbangan antara sisi internal dan eksternal perekonomian Tanah Air. Indonesia harus mampu keluar dari kelemahannya agar dapat menstabilkan perekonomian Indonesia. Pemerintah harus mencari jalan keluar, agar masyarakat tidak selalu terfokus pada SDA yang bahan bakunya selalu di impor, tetapi bagaimana masyarakat dapat memanfaatkan SDA yang tersedia di Indonesia agar bernilai ekspor. Pemerintah juga harus memfokuskan pada para wirausaha agar mempergunakan bahan baku padat karya,sehingga menekan angka impor. Lalu pemerintah harus lebih tegas dalam mengatur pembatasan penggunaan BBM bersubsidi. Dengan begitu pemerintah dapat menstabilkan perekonomian Indonesia secara perlahan-lahan.

Sumber :





Sabtu, 09 Maret 2013

DAMPAK PERDAGANGAN BEBAS INDONESIA -CHINA


 Serbuan Produk China


KOMPAS/WISNU WIDIANTORO Pedagang sejumlah produk asal China menunggu kedatangan pelanggan di lapaknya di bawah Jembatan Layang Asemka, Jakarta Barat. Konsumen banyak yang mencari barang-barang asal China karena harganya relatif terjangkau.


KOMPAS.com — Makin hari, Sutopo, juragan seni ukir dari Desa Senenan, Jepara, Jawa Tengah, makin sulit mencari kader perajin. Padahal, boleh dikata, keunggulan mebel Jepara dibanding mebel dari negara lain di pasar internasional hanyalah ukirannya.
Ukiran Jepara yang terkenal itu adalah buah kerja tangan-tangan terampil warga setempat, yang mencungkil dan memahat kayu. Desainnya juga dari kreativitas perajin Jepara.
Namun, ketika pekan lalu Kompas menyambangi Desa Senenan, sebuah pertanyaan menyeruak hadir, sampai kapan seni ukir Desa Senenan bertahan?
Sebenarnya di Jepara, ada yang berpendapat seni ukir yang mulai dikenal sejak era Majapahit ini tak mungkin dilibas karena hanya orang Jepara yang bisa mengukir. Namun benarkah demikian?
Sebuah pameran di China, beberapa bulan silam, menampilkan mesin ukir yang boleh jadi akan menggetarkan perajin ukir Jepara. Mesin tersebut bisa mengukir tanpa menggores kayu terlampau dalam, lantas mengamplas media kayu. Kerja menjadi lebih efisien dan hemat biaya pegawai.
Seharusnya perajin Jepara mulai deg-degan. Kemajuan teknologi nyaris mustahil dikendalikan. Bagaimana nasib ribuan perajin dari Jepara, Bali, dan Asmat bila sebuah pabrik di China dapat memproduksi patung atau relief dalam waktu sehari-semalam?
Jangan pula mencibir tekstil ”batik” China yang diproduksi massal oleh mesin batik cetak! Bila hari ini mesin itu baru mencetak ”batik” murahan, bagaimana bila nantinya mampu merekayasa kain baru jadi kain lawasan?
Simak pula kedahsyatan mebel ”rotan plastik” China yang menggempur mebel rotan Cirebon. Dengan bahan plastik, China memproduksi mebel yang kuat, mudah dibersihkan, tetapi tetap mirip rotan.
Akhirnya, malah industri rotan di Cirebon yang ikut-ikutan membuat mebel rotan dari plastik, mengingkari keunggulan daya saing dengan berlimpahnya rotan alam Kalimantan dan Sulawesi.
Soal teknologi, jujur saja kita kalah. Jangankan cuma mesin tekstil. Tiap bulan, China merakit dua pesawat Airbus A320. Jadi, waspadai produk ”canggih” dari revolusi permesinan di China, yang tinggal menghitung hari!
Sayangnya, belum banyak yang dikerjakan untuk memenangi pertempuran di era liberalisasi ini. Infrastruktur kita, misalnya, masih buruk.
Lantas, ketika mungkin tinggal desain dan kreativitaslah yang nanti dijual, ternyata kita gagap menjaganya.
Di China, hanya butuh 20 hari untuk mendapat sertifikat hak kekayaan intelektual, sedangkan di Indonesia butuh 18 bulan. Bayangkan itu! Tak mengherankan, suatu ketika ukiran khas Jepara, yakni yuyu (kepiting), dipermasalahkan China karena dianggap menjiplak. Konyol!
Omong punya omong, apa lagi sih senjata pamungkas republik ini untuk memenangi persaingan dalam era liberalisasi ini? (HARYO DAMARDONO/STEFANUS OSA)
Sumber :
Kompas Cetak
Editor :
Erlangga Djumena

keseimpulan :
dengan adanya hubungan internasional antara indonesia-cina, kedua negara dapat memperkuat hubungan dalam segala bidang,terutama dalam bidang ekonomi melalui perjanjian perdagangan bebas ASEAN-CHINA. Perjanjian tersebut dapat berdampak positif dan negatif. Dampak positifnya antara lain indonesia dapat meningkatkan daya saing,indonesia juga dapat meningkatkan ekspor kerajinan tangan. melalui  perjanjian tersebut bukan hanya dampak positifnya saja yang dapat dirasakan oleh indonesia tetapi dampak negatifnya juga terutama oleh para pengusaha. Sebagai contoh dari artikel diatas para perajin kerajinan ukir jepara sangat resah dengan semakin merebaknya produk-produk cina yang masuk ke pasar dalam negeri. Bukan itu saja para perajin batik pun ikut resah karena banyak batik cina yang masuk ke dalam pasar dalam negeri dengan harga jauh lebih murah dibandingkan dengan harga batik dalam negeri. Ini membuat para pedangan menjadi bingung dan resah karena jika dibiarkan para pedagang dan pengusaha bisa-bisa gulung tikar.

Sumber :